Never dreamed, or even just thought to travel abroad before. Also, I did never ask my husband to travel far, and didn’t think to request for kind of “babymoon” (eventhough it’s just a short) trip at all. We must really thank our Mama for making this happen. And this trip is my very first abroad experience that leads me to starve for more adventure from exploring the world with my beloved ones!
Sebelum pindah ke Jerman, saat masih masanya LDR, sempat iseng ngobrolin Keukenhof sama Mama mertua. Padahal asli deh cuma basa-basi aja, eh diseriusin. Jadilah hari itu sampai kesana, anggap aja ‘babymoon’ yang gak disengaja hehe. Alhamdulillah.
Mungkin ada yang belum tau, apa sih Keukenhof itu? Keukenhof adalah taman bunga yg sangat luas dan indah terletak di kota Lisse – Belanda, yang terkenal dengan hamparan variasi bunga, terutama Tulip sebagai bunga khas negara kincir angin tersebut. Meskipun menurut sejarah, bunga Tulip tersebut asalnya dari negara Turki.
Sepanjang tahun, Keukenhof hanya buka sekitar dua bulan di musim semi, sekitar Maret sampai Mei. Misal untuk tahun 2018 ini Keukenhof dibuka dari tanggal 23 Maret hingga 23 Mei. Menurut rekomendasi banyak orang, akhir April ialah waktu terbaik berkunjung ke Keukenhof, mengingat saat itu cuaca diperkirakan akan cukup bersahabat dan bunga sedang bermekaran.
Tadinya agak khawatir ya, karena saya bukan tipe orang yg penjelajah banget, maksudnya lebih senang diam di rumah gitu, apalagi ini harus jalan kaki di taman yg lwegaaa bener, mana isinya bunga-bunga doang. Fyi, selama ini suami pun belum pernah kasih bunga karena ngerti istrinya gak tertarik. Eh ini malah dibawa ke taman bunga. Tapi ternyata, alhamdulillah ala kulli hal, gak boring seperti yang dibayangkan loh! ^^

Perjalanan Dortmund-Keukenhof memakan waktu kurang lebih tiga jam. Kami memilih bus dari salah satu agen travel sebagai transportasinya karena gak mau kalau harus ada yang lelah menyetir mobil pulang-pergi. Mama mertua dan saya memilih hari itu (Sabtu, 22 April 2017) biar suami gak perlu cuti, wong liburannya cuma sehari kok. Jadi, boleh dibilang weekend short get away gitu juga gak sih? hihi.

Lumayan excited sih lantaran ini adalah kali pertama saya liburan ke luar negeri, sama suami, Mama mertua dan suaminya ikut juga. Kalau ke Jerman kan bukan liburan yaa, tapi memang pindah. Saya pun tercengang dengan keindahan pemandangan yang menghiasi perjalan kami. MashaaAllaah.


Kami tiba di Keukénhof sekitar pukul 11 siang waktu sana. Di sekitar pintu masuk pun sudah ada beberapa hamparan bunga Tulip seakan menyambut para pengunjung. Ada booth penyewaan sepeda dan kursi roda pula, khusus kursi roda harus dipesan melalui website beberapa hari sebelumnya. Wah, kayanya seru sih bersepeda keliling taman ini, tapi sayang, saat itu cuaca kurang mendukung dan taman sedang ramai pengunjung. Mungkin bisa dicoba di lain kesempatan. Anyway, jangan lupa berfoto di depan papan nama Keukénhof yaa! ^^


Masuknya pun mudah, alhamdulillah waktu itu gak begitu antre. Cukup menunjukkan barcode yang sudah kita print di rumah, kita juga bisa keluar-masuk taman seharian selama barcode tersebut di tangan. Oiya, harga tiketnya sekitar 16€ untuk orang dewasa, ada harga spesial untuk yg datang bersama rombongan loh. 😉
Di depan pintu masuk, ada booth yang membagikan free maps, dan gak jauh dari booth tersebut ada hamparan bunga Tulip warna senada seperti yang ada di cover mapnya.


Saat kami datang kondisi taman sedang sangat ramai pengunjung, akibatnya antre toilet dan cafe pun jadi super lwamaaa. Buat antisipasi antre di cafe, sekaligus bisa menghemat, sebaiknya bawa bekal dari rumah dan makan sambil piknik di rumput-rumput taman. Memang boleh? Boleh, dan banyak kok yang begitu. 🙂
-
Ramai pengunjung dari berbagai belahan dunia.








Gak cuma cafe, disana juga ada beberapa booth jajanan. Dari jajanan khasnya, waffle (tersedia versi Belanda dan Belgia), popcorn, permen kapas, dll. Saya dan suami pilih jajan troopswaffle alias wafelnya Belanda.

Ah, intinya menyenangkan sekali berkeliling taman yang MashaaAlllah sangat indah ini, bahkan untuk saya yang pada dasarnya tidak begitu tertarik pada bunga. Keasikan jepret sana-sini, sampai lupa kalau hari sudah semakin sore dan kami harus segera pulang. Eiiits, tapi sebelum pulang, jangan lupa beli souvenir. Bicara soal souvenir, di taman ini tersedia toko souvenir di beberapa titik. Karena sudah last minutes, kami belanja di toko souvenir sebelah pintu utama. Banyak banget pilihannya, tapi kami hanya beli beberapa magnet kulkas karena harga-harganya relatif mahal. Tiga buah magnet kulkas aja dibandrol 10€. Berarti satunya sekitar Rp 50.000 🙁 Alhamdulillah, perjalanan pulang lancar dan kami sampai rumah pukul 10 malam.
Sebelum melakukan perjalanan ini, saya sempat sangat kepikiran. Saya bukan tidak begitu suka jalan-jalan, terlebih yang literally jalan kaki, di taman pula. Tapi itu semua berubah total sepulang dari Keukénhof kemarin, saya jadi jatuh hati dan ketagihan pada traveling. Bukan, bukan karena destinasinya, melainkan karena saya sadar bahwa dengan traveling kita bisa membangun memori indah bersama orang tersayang. So now, I wonder, where will we travel next? ^^
No Comments